Sistem Kesehatan Reproduksi Wanita

Sistem kesehatan reproduksi wanita merupakan sebuah sistem tubuh yang mempunyai bentuk dan manfaat atau fungsi yang cukup unik dan berbeda dengan sistem-sistem tubuh yang lainnya.  Keunikan tersebut sebetulnya cukup mirip dengan sistem kesehatan reproduksi yang di hasilkan oleh kaum pria. Hal itu dapat di buktikan dengan mengetahui tujuan utama dari sistem reproduksi wanita yang juga di percaya mampu menghasilkan sel telur atau yang di kenal dengan istilah ovum. Namun sistem kesehatan reproduksi wanita seringkali di percaya merupakan sebuah sistem yang sangat kompleksdan lebih lengkap dari pada sistem reproduksi para pria. Hal ini di sebabkan oleh karena hampir seluruh fungsi reproduksi manusia hampir sepenuhnya terjadi dalam sistem reproduksi kaum wanita.

Sistem Kesehatan Reproduksi Wanita
Untuk lebih di pahami dan di mengerti, fungsi-fungsi umum sistem kesehatan reproduksi wanita dapat di jelaskan sebagai berikut : sebagai penghasil sel telur atau yang lebih di kenal dengan istilah ovum, menghantarkan sel telur sampai pada tempat di mana sel telur di buahi oleh sel spermatozoa, menyediakan tempat implantansi atau perkembangan dari fase kehamilan hingga kelahiran bayi. Dari fase inilah yang membutuhkan proses dan waktu yang cukup lama dari mulai  janin berkembang hingga proses kematangan janin untuk dapat keluar dari dalam rahim.

Sesuai dengan bentuk dan manfaat dari sistem kesehatan reproduksi wanita, pembagian struktur yang menyusunnya antara lain Ovarium, saluran keluar ovum atau yang lebih di kenal dengan istilah tuba, kantung kehamilan atau yang sering di sebut dengan istilah rahim, yang terakhir yaitu vagina dan genitalia eksterna. Produksi mempunyai arti sebagai pembuatan atau perkembangan dari sel telur sampai siap untuk di buahi. Hal ini mempunyai arti sebagai alat transport dari sel telur sampai mencapai tujuan atau sasaran yang akan  di capai oleh spermatozoa tersebut untuk melakukan pembuahan atau menurut bahasa medisnya lebih di kenal dengan fertilisasi dan target dari sel telur yaitu spermatozoa yang di hasilkan oleh sistem reproduksi pria. 

Pengaruh Kesehatan Reproduksi Bagi Kelahiran Bayi

Kesehatan reproduksi sangat berpengaruh terhadap proses dari sebuah kehamilan yang membutuhkan mekanisme dan waktu yang cukup panjang dan tidak mudah, mulai dari sperma yang membuahi sel telur hingga tercipnya janin yang masih membutuhkan perkembangan hingga saat kelahiran tiba. Salah satu proses dari kehamilan seorang wanita dapat terganggu dan menyebabkan keguguran ataupun tidak terjadinya kehamilan tersebut. Oleh karena itu keberhasilan dalam memiliki seorang anak sangat bergantung pada sistem kesehatan reproduksi dari masing-masing pasangan. Apabila salah satu dari dua faktor tersebut tidak dapat bekerja secara optimal, berarti kesehatan reproduksi sedang terganggu dan dapat berakibat pada kesulitan untuk mendapatkan momongan dengan upaya sendiri.

Sebelum membahas mengenai sistem kesehatan reproduksi, terlebih dahulu untuk dapat memahami proses yang terjadi untuk dapat memperoleh buah hati, antara lain yaitu:
  1. Fertilasi adalah perkawinan yang terjadi antara spermatozoa dan sel telur
  2. Perkembangan embrio atau janin yaitu hingga janin berusia cukup bulan dalam kantung kehamilan ( rahim atau uterus ) pada tubuh seorang ibu.
  3. Proses melahirkan atau yang di kenal dengan istilah portus yaitu Proses mengeluarkan tubuh bayi yang sudah cukup bulan dari rahim ibu melalui saluran reproduksi wanita maupun melalui perut dengan cara melakukan operasi caesar.
Ketidak lengkapan dari proses di atas dapat menyebabkan keguguran dan hingga infertibilitas ( ketidak suburan ) atau yang lebih di kenal secara umum dengan kata-kata mandul. Dengan memahami proses-proses di atas dapat di ambil sebuah kesimpulan kalau seluruh proses reproduksi sangat tergantung pada kondisi sistem kesehatan reproduksi masing-masing pasangan. Apabila spermatozoa yang di hasilkan tidak tidak sehat, proses fertilisasi tidak akan pernah terjadi. Tanpa ada fertilisasi, proses dari sebuah kehamilan tidak akan tercipta ataupun berhasil. Apabila proses dari fertilisasi sudah terjadi namun kondisi wanita abnormal, hal tersebut menyebabkan lingkungan yang tidak baik untu perkembangan embrio itu sendiri. 

Proses Kerja Sistem Reproduksi Manusia

Sistem kesehatan reproduksi pria memang cukup sederhana dan tidak serumit wanita. Saat mengalami masa pubertas, perubahan yang berhubungan dengan fisik dan tubuh akan di alami dengan sendirinya. Saat itulah, mau tidak mau, secara perlahan dan bertahap mulai akan memahami dan sedikit memahami tentang proses kesehatan reproduksi dan termasuk peristiwa biologis yang berkaitan dengan tubuh manusia. Tubuh manusia merupakan kumpulan dari sistem organ yang mempunyai manfaat dan fungsi yang cukup berbeda antara satu dengan yang lainnya. Keberadaan dari sistem tersebut membantu untuk menjalankan fungsi kehidupan dari tiap-tiap individu. Begitu juga dengan sistem kesehatan reproduksi yang mempunyai manfaat juga fungsinya masing-masing.
Proses Kerja Sistem Reproduksi Manusia
Sistem kesehatan reproduksi pria terdiri atas : Buah pelir, saluran saluran keluar sperma yang mengandung spermatozoa, kelenjar-kelenjar tambahan yang menyusun komposisi sperma dan yang terakhir adalah penis. Seluruh sistem reproduksi tersebut sudah mulai berkembang sejak masih dalam kandungan. Dengan adanya enzim dan hormon tertentu (sangat tergantung dan di tentukan dengan keberadaan kromosom), setiap bagian yang membantu dalam membentuk sistem kesehatan reproduksi manusia (khusus untuk pria sistem reproduksi sudah mulai terbentuk sejak janin berusia sekitar 2 bulan). Setelah janin laki-laki lahir, perkembangan tubuh juga semakin bertambah. Perkembangan tersebut dapat berupa pembesaran secara fisik ataupun aktivasi dari kelenjar-kelenjar dan sel yang dapat membentuk spermatozoa. Pada saat mengalami pubertas, sistem reproduksi pria sudah mengalami pendewasaan penuh hingga di aktifkan seluruhnya. Hal ini mengandung arti kalau seorang pria sudah mulai mampu untuk menjalankan fungsinya dalam berkembang biak.

Seluruh dari proses reproduksi mempunyai satu tujuan yaitu membuahi sel telur agar dapat berkembang menjadi janin. Untuk dapat mencapai target tersebut, spermatozoa bergerak melalui saluran reproduksi wanita hingga menemui target yang di tuju yaitu sel telur atau yang lebih di kenal dengan istilah  ovum. Sistem kesehatan reproduksi manusia saling berkaitan dengan sistem tubuh yang lainnya, oleh karena itu untuk menjaga agar sistem tersebut dapat berjalan dengan baik dan normal cara yang paling tepat untuk di lakukan adalah senantiasa menjaga kesehatan tubuh.